Rabu, 07 Januari 2009

PERFECT

Avelox


AveloxIndikasi:
Eksaserbasi akut bronkitis kronik, pneumonia di masyarakat (bukan penularan di rumah sakit), sinusitis bakterial akut (didiagnosa secara akurat).

Kontra Indikasi:
Hipersensitif dengan setiap komponen tablet/infus atau kuinolon lainnya, kehamilan dan menyusui, anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh, pasien dengan riwayat penyakit/kelainan tendon akibat terapi kuinolon, perpanjangan QT yang didapat maupun kongenital, gangguan elektrolit khususnya hipokalemia, bradikardia yang relavan secara klinis, gagal jantung dengan pengurangan fraksi ejeksi ventrikel kiri yang relevan secara klinis, riwayat aritmia asimtomatik.

Komposisi:
1 tablet salut selaput Avelox® mengandung 400 mg moxifloxacin dan 250 ml cairan infus mengandung 400 mg moxifloxacin.

Dosis dan Cara Pemberian:
Dosis anjuran untuk moxifloxacin adalah 400 mg satu kali sehari. Cairan infus harus digunakan secara intravena selama 60 menit.

Lama Pemberian:
Eksaserbasi akut bronkitis kronik 5-10 hari, pneumonia di masyarakat 10 hari, sinusitis akut 7 hari.

Peringatan dan Perhatian:
Pasien dengan kelainan SSP, gangguan penglihatan, nyeri atau peradangan tendon, aritmia jantung, gangguan fungsi hati, kolitis pseudomembranosa, defisiensi glucose-6-phosphate-dehydrogenase, supaya menghindari paparan radiasi UV maupun sinar matahari yang berlebihan, reaksi alergi.

Interaksi:
Harus ada selang waktu sekitar 6 jam antara pemberian Avelox dengan pemberian obat-obatan yang mengandung kation bivalen atau trivalen (misalnya antasid yang mengadung magnesium atau aluminium, didanosine, sucralfate serta obat-abat yang mengandung besi atau zinc). Moxifloxacin meningkatkan Cmax dari digoxin sekitar 30% tanpa mempengaruhi AUC maupun kadar terendah. Tidak terlihat interaksi pada pemberian moxifloxacin bersama warfarin, ranitidin, probenesid, kontraseptif oral, maupun teofilin.

Efek yang Tidak Diinginkan:
Nyeri abdomen, sakit kepala, reaksi di tempat injeksi (misalnya edema, hipersensitif, inflamasi, nyeri), nausea, diare, muntah, dispepsia, tes fungsi hepar abnormal, pada pasien hipokalemia atau hipokalsemia: perpanjangan QT, perubahan indera pengecapan, pusing.

INFO KESEHATAN

SAKIT KEPALA
Adalat



AdalatIndikasi:
Dipergunakan untuk pengobatan dan prophylaxis dari kelainan jantung koroner (dalam kondisi angina pektoris tertentu setelah infark jantung) dan sebagai tambahan antihypertensive.

Kontra Indikasi:
Adalat sama sekali tidak boleh dipakai dalam masa kehamilan atau dalam kasus hipersensitivitas terhadap produk. Belum diketahui apakah obat yang masuk secara pharmacological akan memiliki efek pada bayi, tetapi sebagai tindakan pencegahan dianjurkan untuk berhenti memberikan ASI.
Perawatan lebih sebaiknya diberikan pada pasien dengan tekanan darah yang sangat rendah (hypotension berat: tekanan sistolik di bawah 90 mm Hg). Adalat® tidak boleh dipakai oleh orang yang terkena cardiovascular shock.

Komposisi:
Setiap tablet Adalat 10 mengandung nifedipine 10 mg
Setiap tablet Adalat 5 mengandung nifedipin 5 mg

Dosis:
Pada umumnya terapi dimulai dengan 5-10 mg tiga kali sehari. Tablet biasanya diminum sebelum makan. Ditelan utuh dengan bantuan air/cairan lain.

Peringatan Khusus dan Perhatian:
Akibat sampingan yang terjadi sebagian besar ada di awal pengobatan dan umumnya bersifat sementara.
Sakit kepala, kemerahan dan sensasi panas mungkin terjadi.
Mual, pening, kelelahan, reaksi kulit, paraesthesia, turunnya tekanan darah ke di bawah normal (hypotensive reaksi), palpitations dan percepatan laju detak jantung sudah dipatuhi, khususnya setelah dosis tinggi.

Gingival hyperplasia
Sakit di daerah sekitar dada (mungkin gejala seperti radang tenggorok-pectoris).
Perawatan sebaiknya dilakukan pada pasien dialysis dengan hipertensi ganas dan kegagalan ginjal tak dapat dipulihkan dengan hypovolaemia, karena sudah pasti akan terjadi penurunan tekanan darah karena vasodilation.
Gangguan fungsional pada hati (intrahepatic cholestasis, peningkatan transaminases), dapat dipulihkan dengan penghentian perawatan, bisa terjadi dalam kasus Adalat yang teramat langka.

Interaksi:
Efek merendahkan tekanan darah yang dimiliki of Adalat mungkin saja mengalami potentiated oleh obat antihypertensive lain

Ketika Adalat diberikan secara bersamaan dengan beta-receptor blockers, pasien sebaiknya diamati secara hati-hati mengingat mungkinnya terjadi hipertensi hebat the patient should be carefully monitored in view of the possibility of severe hypertension; kegagalan kerja jantung juga sudah dikenal untuk terjadi.

Efek Antihypertensive mungkin potentiated ketika nifedipine dan cimetidine diberikan secara bersamaan.